Mengapa Memilih Kuliah di USA?

Banyak sekali pelajar internasional dari berbagai negara yang menjadikan USA sebagai negara destinasi belajar favorit karena kualitas pendidikannya yang berkelas dunia. Selain itu, sebagian besar universitas yang masuk dalam peringkat atas dunia berasal dari USA, di mana membuktikan bahwa pemerintah di USA selalu memberikan fasilitas terbaik, kualitas pembelajaran dan penelitian untuk menunjang pembelajaran siswanya. Selain itu, sistem pendidikan di USA sangat mendorong siswanya untuk aktif berpartisipasi di dalam kelas dan berorganisasi untuk mengembangkan kemampuan masing-masing siswanya.

Salah satu kelebihan dari sistem pendidikan yang ditawarkan USA adalah fleksibilitas dalam program studi yang ditawarkan. Pelajar internasional yang akan memulai kuliah tahun pertama di USA bisa mendapatkan kesempatan untuk mengambil beberapa mata kuliah di luar program studi utama yang mereka ambil, dan juga mendapatkan kesempatan untuk mengambil Summer Semester untuk mempercepat durasi kuliahnya. Selain itu, pelajar internasional juga bisa melakukan program transfer ataupun mengikuti program kuliah ke universitas lain yang diinginkan.

Sebagai negara termaju di dunia, pelajar internasional yang kuliah di USA dapat mengembangkan koneksi dengan sesama pelajar lain dan beradaptasi dengan budaya yang selalu dinamis, inovatif, dan progresif. Tidak hanya sekedar belajar di dalam kelas saja, pelajar internasional juga bisa mengikuti berbagai macam kegiatan yang ada di luar kelas. Mulai dari wisata alam, organisasi mahasiswa, magang di perusahaan ternama dunia, dan bahkan kesempatan untuk kolaborasi membangun bisnis start-up bersama dengan teman kuliah melalui fasilitas yang disediakan kampus.

Hal menarik lainnya yang didapatkan dari kuliah di USA adalah kesempatan kerja yang ditawarkan oleh pelajar internasional. Selama kuliah berlangsung, pelajar internasional mendapatkan kesempatan untuk bekerja di dalam kampus mulai dari asisten dosen, perpustakaan, hingga cafetaria. Melalui program Optional Practical Training (OPT), pelajar internasional juga berkesempatan untuk tinggal dan bekerja selama 1-3 tahun setelah lulus dari universitas.

Demonstrasi Amerika Serikat

Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat (bahasa Inggris: Major League Soccer, biasa disingkat sebagai MLS) adalah liga sepak bola profesional tingkat tertinggi di Amerika Serikat dan Kanada. Liga ini didukung oleh Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer). Liga ini terdiri dari 28 klub yang terdiri dari 25 klub berasal dari Amerika Serikat dan 3 klub berasal dari Kanada.

Major League Soccer didirikan pada tahun 1993 sebagai bagian dari tawaran Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1994.[1] Liga ini dioperasikan bukan sebagai asosiasi yang berdiri sendiri, MLS adalah satu kesatuan di mana setiap klub dimiliki dan dikendalikan oleh investor liga.[2] MLS adalah sebuah liga tertutup sehingga menjadikannya sebagai salah satu dari beberapa liga di dunia sepak bola yang tidak menggunakan promosi dan degradasi.

Musim pertama dilaksanakan pada tahun 1996 dimulai dengan sepuluh tim. Setiap musim berjalan dari Bulan Maret hingga Desember, dengan setiap tim bermain 34 pertandingan di musim reguler. Format kompetisi liga ini hampir mirip dengan sistem olahraga di Amerika pada umumnya, yaitu menggunakan sistem dua wilayah, yaitu wilayah timur (Eastern Conference) dan wilayah barat (Western Conference). Dari semua tim yang berlaga di MLS, D.C. United menjadi tim yang paling dominan di MLS. Los Angeles Galaxy adalah tim tersukses dengan 4 gelar Perisai Suporter dan 5 gelar Piala MLS.

Pada tahun 1996, sepuluh klub mendirikan Major League Soccer yaitu; Columbus Crew, D.C. United, New England Revolution, NY/NJ MetroStars, Tampa Bay Mutiny, Colorado Rapids, Dallas Burn, Kansas City Wiz, Los Angeles Galaxy and San Jose Clash. Pada tahun-tahun awal liga membentuk sebuah dinasti Bruce Arena yang memimpin D.C. United, menjuarai Piala MLS pada tiga musim pertama liga. Pada tahun 1998 Chicago Fire dan Miami Fusion bergabung dengan liga, dan meruntuhkan dominasi D.C. United.

Setelah musim pertama, MLS menderita penurunan jumlah kehadiran penonton di stadion. Kualitas liga dipertanyakan ketika tim nasional pria AS, yang sebagian besar terdiri dari pemain MLS, tersingkir di babak pertama Piala Dunia FIFA 1998.

Liga mulai memasarkan diri melalui para pemain berbakat Amerika, baik veteran berpengalaman maupun bintang-bintang muda berbakat. Bintang muda yang timbul seperti DaMarcus Beasley dan Landon Donovan mulai tenar di MLS sebelum mencetak gol dan bermain untuk tim nasional AS, sementara pemain mapan seperti Brian McBride, Eddie Pope, dan Clint Mathis terus membuktikan kualitas mereka untuk kedua tim mereka di MLS dan tim nasional AS.

Masalah keuangan liga yang berlangsung pada tahun 1998 menyebabkan hengkangnya Komisaris Doug Logan setelah akhir musim 1998. Don Garber, seorang mantan eksekutif National Football League, menggantikannya sebagai komisaris dan berperan penting dalam menstabilkan masa depan liga. Pembangunan stadion khusus sepak bola, sebagian besar didanai oleh pemilik liga seperti Lamar Hunt dan Phil Anschutz, menjadi titik penekanan untuk membawa kesehatan liga dan menjamin kelangsungan hidup liga. Stadion Hunt milik Columbus Crew, dibangun pada tahun 1999 dan sering disebut sebagai stadion yang cocok untuk model liga.

Meskipun terjadi pergerakan penurunan jumlah penonton, MLS menghentikan kontrak dua waralaba asal Florida, Tampa Bay Mutiny dan Miami Fusion, hanya beberapa tahun setelah pendirian mereka karena masalah keuangan. Hal ini menyebabkan liga hanya terdiri dari sepuluh klub, jumlah yang sama seperti ketika MLS dimulai. Liga juga mengalami penataan organisasi kembali dengan memakai dua format wilayah timur dan barat kembali, setelah selama dua musim dengan menggunakan format tiga wilayah dengan penambahan wilayah tengah.

Pada Piala Dunia FIFA 2002, Amerika Serikat membuat kejutan dengan lolos ke perempat final setelah mengalahkan Portugal dan Meksiko, menjadi awal kebangkitan sepak bola Amerika dan MLS. Pada Piala MLS tahun 2002 yang diadakan empat bulan setelah Piala Dunia 2002 berakhir, membuat rekor kehadiran penonton ketika 61.316 penonton di Stadion Gillette menyaksikan Los Angeles Galaxy memenangi gelar pertama mereka.[3]

MLS menarik perhatian internasional pada tahun 2004 dengan debut 14 tahun Freddy Adu untuk D.C. United, yang masuk liga dengan banyak kemeriahan dan digembar-gemborkan sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Amerika.

MLS mengalami transisi yang signifikan pada tahun-tahun menjelang Piala Dunia FIFA 2006. Setelah memperkenalkan diri melalui para pemain berbakat Amerika, liga menyaksikan beberapa bintang domestik bergabung dengan liga-liga terkenal di Eropa. Tim Howard kiper untuk MetroStars, dijual ke Manchester United dan menjadi salah satu kesepakatan kontrak yang paling menguntungkan dalam sejarah liga. DaMarcus Beasley dari Chicago Fire berangkat ke PSV Eindhoven, sementara Landon Donovan setelah dipinjamkan ke Bayer Leverkusen, dipanggil kembali ke Jerman. Donovan di Jerman hanya bermain dalam waktu singkat, sebelum dimulainya musim MLS 2005 ia dijual kembali ke MLS untuk bermain bersama Los Angeles Galaxy.

Musim 2010 menyaksikan pembukaan Red Bull Arena, markas New York Red Bulls.[4] Pada tahun 2007, MLS memperluas kehadirannya ke Kanada dengan tim ekspansi Toronto FC.[4] Untuk meningkatkan kualitas permainan, MLS menerapkan Aturan Pemain Terkenal yang membantu mendatangkan bintang-bintang internasional.[5]

Pada musim 2007, David Beckham membuat debutnya di MLS, memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola Amerika berkat Aturan Pemain Terkenal.[6] Kepergian Clint Dempsey dan Jozy Altidore, serta kepulangan Claudio Reyna dan Brian McBride, menyoroti pertukaran pemain berbakat ke Eropa untuk pemain berpengalaman di MLS.[7]

Pada tahun 2008, San Jose kembali bergabung dengan MLS di bawah kepemilikan baru, dan pada tahun 2009, tim ekspansi Seattle Sounders FC membuat debutnya di liga.[4] Sounders mencetak rekor rata-rata kehadiran penonton dengan 30.943 penonton per pertandingan dan menjadi tim ekspansi pertama yang berhasil mencapai babak playoff sejak tahun 1998.[8] Pada musim 2010, Philadelphia Union bergabung dengan MLS dan memperkenalkan stadion baru mereka, PPL Park (sekarang dikenal sebagai Subaru Park). Musim yang sama juga menandai pembukaan Red Bull Arena, stadion khusus sepak bola New York Red Bulls, serta debutnya Thierry Henry, penyerang asal Prancis.[9]

Pada musim 2011, MLS kembali mengalami ekspansi dengan bergabungnya Vancouver Whitecaps FC, tim kedua dari Kanada, dan Portland Timbers.[10] Real Salt Lake berhasil mencapai final Liga Champions CONCACAF 2010–11.[11] Pada musim yang sama, Galaxy berhasil merekrut bintang internasional Robbie Keane, pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Republik Irlandia.[12] MLS mencatat rata-rata kehadiran penonton sebanyak 17.872 pada tahun 2011, jumlah yang lebih tinggi dari rata-rata kehadiran penonton NBA dan NHL.[13] Pada tahun 2012, Montreal Impact menjadi klub ke-19 dalam MLS dan klub ketiga di Kanada, serta melakukan debut kandang mereka dengan jumlah penonton mencapai 58.912 orang. Di musim yang sama, New York Red Bulls menguatkan tim mereka dengan penyerang Tim Cahill, pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Australia.

Musim reguler Major League Soccer berjalan dari bulan Maret sampai Oktober dengan 20 tim yang bermain 34 pertandingan dalam jadwal tidak seimbang.[14] Tim dibagi ke dalam wilayah timur dan barat. Tiap tim bertanding 2 atau 3 kali melawan tiap tim dari wilayah yang sama, serta bertanding 1 kali melawan tiap tim dari wilayah yang berbeda. Pada pertengahan musim klub beristirahat dan diadakan pertandingan persahabatan antara pemain liga terbaik dan klub besar dari liga yang berbeda yang disebut dengan All-star Game. Pada akhir musim reguler, tim dengan total poin tertinggi diberikan Perisai Suporter.

Kompetisi play-off digelar segera setelah musim reguler berlangsung. Play-off menggunakan sistem gugur yang diikuti oleh 12 klub, yaitu 6 klub terbaik masing-masing wilayah. Kompetisi play-off berakhir pada awal Desember dengan pertandingan final yang dinamakan Piala MLS.

MLS memiliki tiga tempat tiket otomatis di Liga Champions CONCACAF untuk klub Amerika dengan tempat tambahan yang tersedia melalui Piala AS Terbuka. Klub MLS yang berasal dari Kanada tidak dapat berkompetisi di Liga Champions CONCACAF melalui jalur MLS. Mereka mempunyai jalur sendiri, yaitu satu tiket melalui Kejuaraan Kanada.

Berikut ini adalah daftar klub yang berkompetisi pada musim 2021:

Ada 14 penghargaan tahunan yang diberikan oleh Major League Soccer:

Terjadi kesalahan. Tunggu sebentar dan coba lagi.

Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari

, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada

Perjudian di Amerika Serikat dibatasi secara hukum. Pada tahun 2008, aktivitas perjudian menghasilkan pendapatan bruto (perbedaan antara jumlah total yang dipertaruhkan dikurangi dana atau "kemenangan" yang dikembalikan kepada para pemain) sebesar $ 92,27 miliar di Amerika Serikat.

American Gaming Association, sebuah kelompok perdagangan industri, menyatakan bahwa permainan di AS adalah industri senilai $ 240 miliar, yang mempekerjakan 1,7 juta orang di 40 negara. Pada tahun 2016, pajak perjudian menyumbang $ 8,85 miliar pada pendapatan pajak negara bagian dan lokal.

Kritik judi Berpendapat itu mengarah pada peningkatan korupsi politik, perjudian kompulsif, dan tingkat kejahatan yang lebih tinggi. Yang lain berpendapat [siapa?] Bahwa perjudian adalah jenis pajak regresif pada individu di ekonomi lokal di mana tempat perjudian berada.

Menurut Pusat Perpustakaan Universitas Riset Penelitian, pendapatan perjudian hukum untuk 2017 adalah sebagai berikut:

Banyak tingkat pemerintahan telah mengesahkan berbagai bentuk perjudian dalam upaya untuk mengumpulkan uang untuk layanan yang dibutuhkan tanpa menaikkan pajak langsung. Ini termasuk semuanya, mulai dari permainan bingo di lantai dasar gereja, hingga turnamen poker bernilai jutaan dolar. Terkadang menyatakan mengiklankan pendapatan dari game tertentu untuk dikhususkan untuk kebutuhan tertentu, seperti pendidikan.

Ketika New Hampshire mengesahkan lotere negara pada tahun 1963, itu mewakili perubahan besar dalam kebijakan sosial. Tidak ada pemerintah negara bagian yang sebelumnya secara langsung menjalankan operasi perjudian untuk mengumpulkan uang. Negara-negara lain mengikuti, dan sekarang sebagian besar negara bagian menjalankan beberapa jenis lotre untuk mengumpulkan dana untuk operasi negara. Beberapa negara membatasi pendapatan ini untuk bentuk pengeluaran tertentu, biasanya berorientasi pada pendidikan, sementara yang lain mengizinkan pendapatan lotre untuk dibelanjakan pada pemerintah umum. Ini telah membawa masalah moral yang dipertanyakan, seperti negara menggunakan perusahaan pemasaran untuk meningkatkan pangsa pasar mereka, atau untuk mengembangkan program baru ketika bentuk perjudian lama tidak menghasilkan banyak uang.

American Gaming Association memecah perjudian menjadi beberapa kategori berikut:

Perjudian adalah legal di bawah hukum federal A.S., meskipun ada batasan signifikan terkait perjudian antarnegara dan daring. Setiap negara bebas mengatur atau melarang praktik di dalam perbatasannya. Undang-undang Perlindungan Olahraga Profesional dan Amatir tahun 1992 secara efektif melarang taruhan olahraga nasional, tidak termasuk beberapa negara bagian. Namun, pada tanggal 14 Mei 2018 Mahkamah Agung Amerika Serikat menyatakan seluruh undang-undang tersebut tidak konstitusional (Murphy v. National Collegiate Athletic Association).

Jika lotere yang dikelola negara termasuk, hampir setiap negara dapat dikatakan mengizinkan beberapa bentuk perjudian. Hanya dua negara yang sepenuhnya melarang segala bentuk perjudian, Hawaii dan Utah. Namun, perjudian bergaya kasino jauh kurang tersebar luas. Undang-undang Federal memberikan kelonggaran bagi Native American Trust Land untuk digunakan untuk permainan kesempatan jika kesepakatan dibuat antara Negara dan Pemerintah Tribal (mis. 'Persetujuan' atau 'Perjanjian') di bawah Undang-Undang Pengaturan Permainan India tahun 1988.

Nevada dan Louisiana adalah satu-satunya dua negara bagian di mana perjudian bergaya kasino adalah legal di seluruh negara bagian. Baik pemerintah negara bagian dan lokal memberlakukan pembatasan lisensi dan zonasi. Semua negara bagian lain yang mengizinkan perjudian bergaya kasino membatasi wilayah geografis yang kecil (mis., Kota Atlantik, New Jersey atau Tunica, Mississippi), atau reservasi Indian Amerika, beberapa di antaranya berlokasi di atau dekat kota-kota besar. Sebagai negara yang tergantung pada domestik, suku Indian Amerika telah menggunakan perlindungan hukum untuk membuka kasino, yang telah menjadi masalah politik yang kontroversial di California dan negara bagian lainnya. Di beberapa negara bagian, kasino terbatas pada "perahu sungai", tongkang besar bertingkat banyak yang, lebih sering daripada tidak, ditambatkan secara permanen di badan air.

Perjudian online telah diatur lebih ketat. Federal Wire Act 1961 melarang taruhan antar negara bagian pada olahraga, tetapi tidak membahas bentuk perjudian lainnya. Ini telah menjadi subyek kasus pengadilan. Undang-Undang Penegakan Perjudian Internet yang Melanggar Hukum tahun 2006 (UIGEA) tidak secara spesifik melarang perjudian online; sebaliknya, itu melarang transaksi keuangan yang melibatkan penyedia layanan judi online. Beberapa penyedia perjudian lepas pantai bereaksi dengan mematikan layanan mereka untuk pelanggan AS. Namun, operator lain terus menghindari UIGEA dan terus melayani pelanggan AS. Untuk alasan ini, UIGEA telah menerima kritik dari tokoh-tokoh terkemuka dalam industri perjudian.

Total sekitar 450 kasino komersial menghasilkan pendapatan perjudian bruto sebesar $ 34,11 miliar pada tahun 2006.[1]

Kasino komersial didirikan dan dijalankan oleh perusahaan swasta di tanah non-penduduk asli Amerika. Ada 23 negara bagian (dan dua wilayah AS) yang memungkinkan kasino komersial dalam beberapa bentuk: Arkansas, California, Colorado, Delaware, Illinois, Indiana, Iowa, Louisiana, Maine, Maryland, Massachusetts, Michigan, Mississippi, Missouri, Montana, Montana, Nevada, New Jersey, New York, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, Puerto Riko, Rhode Island, South Dakota, Kepulauan Virgin AS, Washington, dan Virginia Barat.

Total sekitar 450 kasino komersial menghasilkan pendapatan perjudian bruto sebesar $ 34,11 miliar pada tahun 2006.

Sejarah perjudian komersial asli Amerika dimulai pada 1979, ketika Seminoles mulai menjalankan permainan bingo. Sebelum ini, penduduk asli Amerika tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan perjudian komersial berskala besar. Penduduk asli Amerika akrab dengan konsep perjudian skala kecil, seperti menempatkan taruhan pada kontes olahraga. Misalnya, orang Iroquois, Ojibways, dan Menominees akan memasang taruhan pada permainan ular salju. Dalam enam tahun setelah perjudian komersial di antara penduduk asli Amerika berkembang, tujuh puluh lima hingga delapan puluh dari tiga ratus suku yang diakui federal terlibat. Pada tahun 2006, sekitar tiga ratus kelompok penduduk asli Amerika menjadi tuan rumah permainan perjudian.[2]

Beberapa suku asli Amerika mengoperasikan kasino di tanah suku untuk menyediakan pekerjaan dan pendapatan bagi pemerintah mereka dan anggota suku mereka. Permainan suku diatur di tingkat suku, negara bagian, dan federal. Suku asli Amerika diharuskan menggunakan pendapatan judi untuk menyediakan operasi pemerintah, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan anggota mereka. Peraturan federal untuk permainan Amerika asli didirikan berdasarkan Undang-Undang Pengaturan Permainan India tahun 1988. Menurut ketentuan undang-undang itu, permainan dibagi menjadi tiga kategori berbeda:

Dari 562 suku yang diakui secara federal pada tahun 1988, 201 berpartisipasi dalam permainan kelas dua atau kelas III pada tahun 2001. Judi suku memiliki pendapatan sebesar $ 14,5 miliar pada tahun 2002 dari 354 kasino. Sekitar empat puluh persen dari 562 suku yang diakui federal mengoperasikan perusahaan game.

Seperti orang Amerika lainnya, banyak penduduk asli Amerika yang berselisih tentang masalah perjudian kasino. Beberapa suku terlalu terisolasi secara geografis untuk membuat kasino sukses, sementara beberapa tidak ingin orang Amerika asli di tanah mereka. Meskipun perjudian kasino kontroversial, itu telah terbukti berhasil secara ekonomi untuk sebagian besar suku, dan dampak perjudian India Amerika telah terbukti jauh jangkauannya.

Permainan menciptakan banyak pekerjaan, tidak hanya untuk orang Amerika asli, tetapi juga untuk orang Amerika non-pribumi, dan dengan cara ini dapat secara positif mempengaruhi hubungan dengan komunitas Amerika yang bukan asli. Pada beberapa pemesanan, jumlah pekerja Amerika non-pribumi lebih besar dari jumlah pekerja asli Amerika karena skala resor kasino. Juga, beberapa suku menyumbangkan bagian dari pendapatan kasino ke negara di mana mereka berada, atau untuk tujuan amal dan nirlaba. Misalnya, Band San Manuel dari Mission Indians of California memberi 4 juta dolar kepada Sekolah Hukum UCLA untuk mendirikan pusat Studi Indian Amerika. Suku yang sama juga memberikan $ 1 juta kepada negara untuk bantuan bencana ketika daerah itu dirusak oleh kebakaran hutan pada tahun 2003.

Meskipun kasino telah terbukti berhasil baik untuk suku maupun daerah sekitarnya, penduduk negara bagian dapat menentang pembangunan kasino asli Amerika, terutama jika mereka memiliki proyek yang bersaing. Misalnya, pada bulan November 2003, negara bagian Maine menentang proyek kasino senilai $ 650 juta yang diusulkan oleh Penobscots dan Passamaquoddies. Tujuan proyek adalah untuk menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda suku-suku itu. Pada hari yang sama negara bagian menentang proyek kasino India, pemilih Maine menyetujui rencana untuk menambahkan mesin slot ke trek balap memanfaatkan negara.

National Indian Gaming Commission mengawasi game Native American untuk pemerintah federal. National Indian Gaming Commission (NIGC) didirikan di bawah Undang-Undang Pengaturan Permainan India pada tahun 1988. Di bawah NIGC, permainan Kelas I berada di bawah yurisdiksi tunggal suku tersebut. Game kelas II diatur oleh suku, tetapi juga tunduk pada peraturan NIGC. Game Kelas III berada di bawah yurisdiksi negara bagian. Misalnya, agar suku membangun dan mengoperasikan kasino, suku harus bekerja dan bernegosiasi dengan negara di mana ia berada. Perjanjian Negara-Suku ini menentukan berapa banyak pendapatan yang akan diperoleh negara bagian dari kasino-kasino India.

Indian Regulatory Act Act mensyaratkan bahwa pendapatan game hanya digunakan untuk tujuan pemerintah atau amal. Pemerintah suku menentukan secara spesifik bagaimana pendapatan game dibelanjakan. Pendapatan telah digunakan untuk membangun rumah, sekolah, dan jalan; untuk mendanai perawatan kesehatan dan pendidikan; dan untuk mendukung inisiatif pengembangan masyarakat dan ekonomi. Permainan India adalah yang pertama dan pada dasarnya satu-satunya alat pengembangan ekonomi yang tersedia untuk reservasi di India. Komisi Studi Dampak Permainan Nasional telah menyatakan bahwa "tidak ada ... perkembangan ekonomi selain permainan telah ditemukan". Pemerintah suku, bagaimanapun, menggunakan pendapatan game untuk mengembangkan perusahaan ekonomi lainnya seperti museum, mal, dan pusat budaya.

Saat ini ada 30 negara yang memiliki permainan Kasino Amerika asli: Alabama, Alaska, Arizona, California, Colorado, Connecticut, Florida, Idaho, Iowa, Kansas, Louisiana, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Mississippi, Missouri, Montana, Nebraska, Nevada, New Meksiko, New York, Carolina Utara, Dakota Utara, Oklahoma, Oregon, Dakota Selatan, Texas, Washington, Wisconsin, dan Wyoming.

Lotere klasik adalah gambar di mana setiap kontestan membeli kombinasi angka. Setiap kombinasi angka, atau "permainan", biasanya dihargai $ 1. Drama biasanya non-eksklusif, artinya dua atau lebih pemegang tiket dapat membeli kombinasi yang sama. Organisasi lotere kemudian menggambar kombinasi pemenang 5-8 angka, biasanya dari 1 hingga 50, menggunakan mesin tumbler bola otomatis acak.

Untuk menang, kontestan mencocokkan kombinasi angka mereka dengan kombinasi yang ditarik. Kombinasi mungkin dalam urutan apa pun, kecuali dalam beberapa lotere "bola mega", di mana nomor "mega" untuk kombinasi harus cocok dengan bola yang ditetapkan sebagai "bola mega" dalam kombinasi yang menang. Jika ada beberapa pemenang, mereka membagi kemenangan, juga dikenal sebagai "Jackpot". Kemenangan saat ini dikenakan pajak pendapatan federal sebagai pendapatan biasa. Kemenangan dapat diberikan sebagai anuitas tahunan atau sebagai lump sum, tergantung pada aturan lotere.

Sebagian besar negara bagian memiliki lotere yang disponsori negara dan multi-negara bagian. Hanya ada enam negara bagian yang tidak menjual tiket lotre: Alabama, Alaska, Hawaii, Mississippi, Nevada, dan Utah. Di beberapa negara bagian, pendapatan dari lotere ditetapkan untuk tujuan anggaran khusus, seperti pendidikan. Negara-negara lain memasukkan pendapatan lotere ke dalam dana umum.

Lotere multi-jurisdiksi umumnya memiliki jackpot yang lebih besar karena semakin banyak tiket yang terjual. Game Mega Millions dan Powerball adalah lotere terbesar dari jumlah negara bagian yang berpartisipasi.

Beberapa lotere negara menjalankan permainan selain lotre. Biasanya, ini dalam format kartu awal, meskipun beberapa negara menggunakan permainan tab tarik. Dalam kedua format, kartu dijual yang memiliki area buram. Dalam beberapa permainan, semua bahan buram dihapus untuk melihat apakah kontestan telah menang, dan berapa banyak. Di permainan scratchcard lainnya, seorang kontestan harus memilih bagian mana dari kartu yang akan diaruk, untuk mencocokkan jumlah atau memainkan bentuk permainan lainnya. Game-game ini rentan terhadap pemalsuan baik dari dealer kartu (yang dapat menjual kartu palsu) dan pemain (yang dapat memalsukan kartu pemenang).

Pada 1 Juli 2000, undang-undang baru diberlakukan di negara bagian Carolina Selatan, di mana kepemilikan, kepemilikan, atau pengoperasian mesin video poker, baik untuk penggunaan komersial maupun pribadi, menjadi ilegal. Pelanggar dikenakan tuntutan dan denda yang substansial. Hingga setidaknya 2007, satu-satunya jenis perjudian yang dilegalkan di negara bagian itu adalah Lotre Pendidikan Carolina Selatan.

FAKTA TENTANG AMERIKA SERIKAT

The United States of America (USA) atau yang dikenal sebagai Amerika Serikat merupakan negara yang terletak di bagian utara benua Amerika. Negara yang terdiri dari 50 negara bagian ini memiliki populasi ketiga terbesar di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 300 juta jiwa. Dijuluki sebagai negara adikuasa, USA terkenal memiliki kemampuan yang luas untuk memberikan pengaruh dan kekuasaan dalam skala global; mulai dari segi ekonomi, politik, teknologi hingga budaya. Banyak sekali perusahaan-perusahaan besar dunia yang pendirinya berasal dari Amerika Serikat baik dari sektor teknologi, perbankan dan keuangan, hingga industri kreatif seperti Apple, Google, Facebook, Citibank, Wall Street Journal dan sebagainya. Sebagai negara nomor satu dunia yang memiliki pengaruh besar dalam skala global menjadikan sebagian besar pelajar internasional sangat tertarik untuk menuntut ilmu di negeri Paman Sam ini.

Dengan reputasinya sebagai negara dengan perekonomian termaju di dunia, perekonomian USA didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, infrastruktur yang dikembangkan dengan baik, dan sistem pendidikan yang sangat maju. USA juga menjadi negara terdepan dalam bidang ekonomi, budaya, politik, dan pemimpin dalam riset ilmiah dan inovasi teknologi.

Baca Juga : Kuliah di Kanada